Disamping itu penilitan ini juga untuk mengetahui faktor mana yang paling dominan pengaruhnya terhadap waktu tunggu kapal peti kemas di pelabuhan Belawan. Jumlah sampel yang digunakan untuk analisis ini adalah seluruh kapal peti kemas yang sandar di terminal peti kemas pelabuhan Belawan selama 10 (sepuluh) bulan, yang dimulai dari bulan Juli Untuk proses kegiatan bongkar secara non-TL (truck lossing) dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan bongkar barang yakni : a) Stevedoring. Yakni membongkar barang dari kapal ke dermaga/ tongkang/ truk. b) Cargodoring. Yakni melepaskan barang dari tali/ jala di dermaga dan mengangkut dari dermaga ke gudang/ lapangan penumpukan barang. Selanjutnya, jika ada kapal berikutnya yang akan sandar di pelabuhan, kapal langsung sandar dan melakukan bongkar muat barang dan penumpang di samping kapal yang lebih awal tambat meskipun belum selesai melakukan bongkar muat. Hal ini menyebabkan penumpukan kapal dan barang di area dermaga. Karakteristik Kapal Desain Dermaga Pelabuhan Peti Kemas Maloy direncanakan akan melayani kapal peti kemas 40.000 DWT(Gambar 4). Berikut adalah data kapal yang akan digunakan pada proses desain dermaga Pelabuhan Peti Kemas Maloy. Tipe kapal : Kapal Peti Kemas Tonase : 40.000 DWT Panjang (Loa) : 263 m Lebar : 33,5 m Draft penuh : 12,4 m Gambar 3. selama berlayar dan singgah di pelabuhan di Indonesia. Tugasnya adalah koordinasi operasi dan pemasaran memastikan bahwa bongkar dan muat kapal dikerjakan dengan baik oleh perusahaan bongkar muat, memastikan kapal masuk ke tempat sandar dan pemanduan serta kapal-kapal tunda dilakukan dengan baik. b. Sub-agent Namun, Anda baik sebagai penumpang kapal maupun anggota crew yang bekerja di dalam kapal harus memahami istilah umum berikut. 1. Gangway. Istilah umum yang pertama kali harus Anda ketahui baik sebagai penumpang maupun crew kapal adalah Gangway. Secara singkat, gangway merupakan sebuah pintu masuk serta pintu keluar pada kapal. PN5eF.

proses sandar kapal di pelabuhan