PalembangSumatera Selatan.Di wilayah inilah, pada kala ke-7 sampai ke-12 bangun Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan besar di Asia Tenggara. Kemegahan & kejayaan Sriwijaya terlihat dalam Upacara Pembukaan SEA Games ke26 berlangsung malam ini Jumat 11 Nopember 2023, di Stadion Gelora Sriwijaya, Kompleks Jakabaring Sport, Palembang, Sumatera Selatan, Dalam program itu, tarian kontemporer
Dengandemikian dapat disampaikan bahwa Kesepakatan Bersama merupakan kesepakatan kata atau permufakatan bersama dalam sebuah proses negosiasi termasuk dalam negosiasi untuk terciptanya integrasi sosial. Kesepakatan bersama diperlukan di antara unsur-unsur atau para pihak yang berbeda untuk menghindari konflik dalam kehidupan bersama.
Ciri& Karakteristik Masyarakat Multikultural. 1. Memiliki kebudayaan majemuk (bermacam-macam) 2. Memiliki nilai & norma yg disepakati bareng. 3. Bersatu lewat proses integrasi yg relatif lambat & atas dasar ketergantungan. 5. Perbedaan dlm masyarakat cenderung menjadi pemicu pertentangan sosial.
contohkonkri dlm pemecah persoalan sosial. 1. kenali persoalan dengan-cara lazim. 2. temukan bukti dr pemersalahan. 3. carilah penyebab munculnya problem. 4 . pertimbangakan aneka macam kemungkinan untuk memperoleh jalan keluar dr persoalan. 5. pilih jalan keluar yg gampang. 6. lakukan penyelesaiannya periksa kembali dgn solusi yg dilaksanakan.
Perkawinancampur antara dua pendukung kebudayaan yang berbeda dapat mendorong terciptanya integrasi sosial. Dalam sistem sosial masyarakat Indonesia yang berpandangan bahwa perkawinan merupakan penyatuan dua keluarga, integrasi sosial sangat mungkin terjadi. Adanya musuh bersama dari luar Adanya musuh bersama dari luar cenderung memperkuat
Didalam masyarakat kota yang heterogen terdapat diferensiasi dan spesialisasi pekerjaan. Mereka yang ada dalam kelompok pekerjaan yang terdiferensiasi dan terspesialisasi tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam mendukung kelangsungan hidup di kelompok tersebut. Faktor pendorong terjadinya integrasi sosial dalam deskripsi tersebut
xcuwZ.
Ilustrasi contoh lembaga sosial. Sumber Idriss Meliani/ Lembaga sosial adalah suatu organisasi yang bergerak di lingkungan sosial masyarakat untuk mengatur sistem serta membantu memberdayakan masyarakat. Contoh lembaga sosial pun ada banyak, misalnya adalah sekolah. Hal itu juga diungkapkan oleh Laksono dan Rohmah dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Lembaga Sosial dan Pendidikan, bahwa lembaga sosial berperan besar dalam memberdayakan masyarakat agar lebih maju. Untuk mengetahui sejumlah contoh lembaga sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat, baca artikel ini sampai Lembaga SosialIlustrasi contoh lembaga sosial. Sumber Max Fischer/ Saat ini, di lingkungan masyarakat berkembang berbagai macam lembaga sosial. Adapun beberapa contoh lembaga sosial, antara Bidang PendidikanContoh lembaga sosial yang pertama adalah terletak di bidang pendidikan. Pada umumnya lembaga sosial yang ada di bidang pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Adapun beberapa contoh lembaga sosial di bidang pendidikan, yaitu Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Bidang KebudayaanContoh lembaga sosial berikutnya adalah bergerak di bidang kebudayaan. Di masa modern ini, kebudayaan tradisional di Indonesia terancam punah akibat kurangnya minat masyarakat. Maka dari itu, keberadaan lembaga sosial di bidang kebudayaan sangat diperlukan untuk menjaga budaya Indonesia. Adapun contoh lembaga sosial di bidang kebudayaan, seperti Lembaga Seniman Budaya Muslim Indonesia dan Yayasan Lembaga Budaya Bidang EkonomiBidang ekonomi adalah contoh lembaga sosial berikutnya yang berkaitan dengan finansial masyarakat. Keberadaan lembaga sosial ini sangat membantu mengembangkan aspek-aspek perekonomian masyarakat. Adapun contoh lembaga sosial di bidang ekonomi adalah pasar, kementerian perdagangan, kementerian perikanan, hingga kementerian negara koperasi dan Bidang KeluargaContoh lembaga sosial berikutnya bergerak di bidang pemberdayaan keluarga. Hal ini bertujuan untuk membentuk keluarga secara resmi serta melindunginya. Adapun contoh lembaga sosial di bidang keluarga adalah KUA, Lembaga Perlindungan Anak, KPAI, hingga Pengadilan Bidang AgamaIndonesia adalah negara multikultural, sehingga banyak agama yang ada di Indonesia, mulai dari Islam, Kristen, Katholik, Khonghucu, Hindu, hingga Buddha. Dengan beragam agama tersebut, tentunya dibutuhkan lembaga sosial untuk menaungi, memberdayakan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Adapun contoh lembaga sosial di bidang agama, antara lain Majelis Ulama Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, hingga Parisada Hindhu Dharma Indonesia. Demikian sederet informasi mengenai contoh lembaga sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat. [ENF]
- Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat. Sebab, manusia hidup di dalam lingkungan masyarakat yang memiliki perbedaan suku, ras, dan integrasi sosial dapat menjadi salah satu cara agar manusia bisa hidup rukun, sehingga tidak membeda-bedakan satu sama lain yang dapat menimbulkan perpecahan. Tentunya manusia dapat hidup berdampingan dengan damai meskipun memiliki perbedaan latar dalam artikel ini, kita akan sama-sama mengulik tentang integrasi sosial. Mulai dari syarat, faktor, hingga contoh integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Apa Itu Integrasi Sosial?Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat, sehingga dapat menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang dimaksud tersebut meliputi perbedaan dalam kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan dalam buku Sosiologi Jilid 2 oleh Kun Maryati, hadirnya integrasi sosial diharapkan dapat membuat menyatu dan menyesuaikan diri antara satu sama lain. Meskipun terdapat perbedaan, tetapi hal tersebut bukan jadi masalah. Justru perbedaan ada agar manusia dapat saling melengkapi dan saling Integrasi Sosial Menurut Para AhliSejumlah ahli di seluruh dunia memiliki definisi masing-masing tentang integrasi sosial. Dikutip dari buku Pasti Bisa Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, berikut pengertian integrasi sosial menurut para Paul B HortonIntegrasi sosial adalah proses pengembangan masyarakat di mana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan BatonIntegrasi sosial adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, akan tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan ras Hendro PuspitoIntegrasi sosial adalah suatu kondisi kesatuan hidup bersama dan aneka satuan sistem sosial budaya kelompok-kelompok etnis dan kemasyarakatan, untuk berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dasar bersama. Hal ini guna mewujudkan fungsi sosial-budaya yang lebih maju tanpa mengorbankan ciri-ciri kebhinekaan yang Terjadinya Integrasi SosialMenurut William F Ogburn dan Mayer Nimkoff yang dikutip dalam buku Sosiologi Jilid 2 oleh Kun Maryati, integrasi sosial akan terbentuk jika sebagian besar anggota masyarakat sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai, norma, dan pranata beberapa syarat terjadinya integrasi sosial menurut William F. Ogburn dan Mayer Terpenuhinya Kebutuhan Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosialnya dapat dipenuhi oleh sistem sosial mereka. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut membuat setiap anggota masyarakat saling menjaga ikatan antara satu dengan Terciptanya Kesepakatan Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan konsensus bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi antara satu dan lainnya, termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menurut Norma-norma yang Konsisten Norma-normal dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota Integrasi SosialMasih dikutip dari buku yang sama, integrasi sosial terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu integrasi normatif, fungsional, dan koersif. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan masing-masing bentuk integrasi sosial di bawah Integrasi NormatifIntegrasi normatif dapat diartikan sebagai sebuah bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan Integrasi FungsionalIntegrasi yang satu ini terbentuk karena adanya fungsi-fungsi tertentu di dalam masyarakat. Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam sebuah Integrasi KoersifIntegrasi koersif dapat terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Dalam hal ini, penguasa dapat menerapkan cara-cara koersif kekerasan.Faktor Pendorong Integrasi SosialDikutip dari buku Sosiologi Kelas XI oleh Mir'atul Farikhah dan kawan-kawan, faktor pendorong integrasi sosial dapat tercapai karena adanya sejumlah faktor dari dalam internal maupun luar eksternal. Simak penjelasannya berikut Faktor Internal Faktor internal pendorong integrasi sosial meliputi Adanya semangat gotong royong di dalam lingkungan kesadaran diri sebagai makhluk tuntutan kebutuhan, artinya setiap masyarakat saling membutuhkan satu sama Faktor EksternalFaktor eksternal pendorong integrasi sosial yakni Terdapat sikap yang saling menghargai dan toleransi satu sama persamaan persamaan tujuan dalam menjalani sikap terbuka pada tuntutan perkembangan konsensus nilai di dalam Penghambat Integrasi SosialSelain faktor pendorong, terdapat juga beberapa faktor penghambat terjadinya integrasi sosial di dalam lingkungan masyarakat, yaituSikap tidak menghargai antara satu dengan yang kesadaran menjaga persatuan dan toleransi terhadap sesama ketimpangan sosial dan keterbukaan di antara Terjadinya Integrasi SosialDijelaskan dalam buku Sosiologi Jilid 2 oleh Kun Maryati, adapun sejumlah proses agar integrasi sosial dapat terbentuk, yakni secara asimilasi, akulturasi, dan AsimilasiAsimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan di antara individu atau kelompok masyarakat. Dalam proses ini, setiap individu berusaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan AkulturasiAkulturasi adalah proses sosial yang terjadi apabila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Proses sosial akan berlangsung hingga akhirnya unsur kebudayaan asing bisa diterima oleh masyarakat tetapi disesuaikan lagi dengan kebudayaan mereka AkomodasiAkomodasi merupakan proses yang dilakukan masyarakat dalam meminimalisir pertentangan, sehingga dapat menciptakan kerukunan di dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, hadirnya akomodasi juga dapat menyelesaikan sejumlah masalah dengan damai, tanpa perlu menimbulkan konflik yang dapat memecah belah Integrasi SosialSetelah memahami pengertian tentang integrasi sosial beserta syarat dan bentuk-bentuknya, mari kita simak contoh integrasi sosial yang ada di dalam lingkungan masyarakat berikut Prinsip Bhinneka Tunggal Ika Bangsa Indonesia dipersatukan oleh prinsip Bhineka Tunggal Ika. Sebagai informasi, kata Bhineka Tunggal Ika menjadi sebuah norma yang berfungsi untuk mengintegrasikan perbedaan yang ada di dalam Fungsi Masing-masing SukuIndonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi dari masing-masing suku. Misalnya, suku Bugis yang suka melaut difungsikan sebagai penyedia hasil laut yang segar, lalu suku Minang yang mendapat julukan pandai berdagang difungsikan sebagai penjual dari hasil laut tersebut. Dengan begitu, akan tercipta sebuah integrasi sosial di dalam itu dia pembahasan mengenai integrasi sosial beserta syarat, bentuk-bentuk, faktor pendorong, faktor penghambat, contoh, dan proses terciptanya di dalam masyarakat. Semoga artikel ini bisa membantu detikers dalam memahami integrasi sosial. Jangan lupa untuk selalu rukun dengan masyarakat di sekitarmu ya, detikers. Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] ilf/des
Ilustrasi integrasi sosial. Foto PixabayIntegrasi sosial adalah kunci yang dapat membuat masyarakat dengan beragam sifat maupun budaya dapat hidup secara harmonis. Tanpa adanya integrasi sosial, konflik dan kekerasan dapat muncul ke permukaan, lalu menimbulkan disintegrasi. Disintegrasi memiliki arti perpecahan, pemisahan, polarisasi, segmentasi atau segregasi. Terdapat berbagai faktor yang mendorong terciptanya integrasi sosial dalam masyarakat. Namun sebelum membahas lebih jauh, penting untuk mengetahui apa yang dimaksud integrasi sosial terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasannya Pengertian Integrasi Sosial Terdapat berbagai definisi tentang integrasi sosial. Berikut adalah beberapa penjelasan dari para ahli Kun Maryati dan Juju SuryawatiIntegrasi sosial merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan pendapat Idianto Muin, integrasi sosial merupakan proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan ahli sosiologi ini, integrasi sosial merupakan sebuah bagian dari serangkaian proses sosial yang terjadi akibat adanya perbedaan, baik itu perbedaan budaya, emosional, fisik, maupun perilaku. William F. Ogburn dan Mayer NimkoffIntegrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat sepakat mengenai struktur masyarakat yang dibangun, merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka, serta bisa menjalankan norma dan nilai yang telah terbangun cukup lama secara konsisten. Dari berbagai pendapat di atas, dapat ditarik benang merah bahwa integrasi sosial menunjukkan keadaan masyarakat yang saling berhubungan, di mana terdapat proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian. Faktor Pendorong Integrasi SosialTerdapat berbagai hal yang membantu proses integrasi sosial dapat berlangsung. Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong integrasi sosialKesadaran diri sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lainAdanya sikap saling menghargai orang lain dan kebudayaan yang kesempatan yang seimbang dalam hal ekonomi dan lain-lain untuk berbagai golongan dalam masyarakat yang memiliki latar belakang kebudayaan yang sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di dalam persamaan dalam unsur-unsur musuh bersama dari itulah definisi integrasi sosial dan faktor-faktor yang mendorongnya. Selamat belajar!
Integrasi Sosial – Di dalam masyarakat terdapat berbagai perbedaan yang dapat mengarah kepada konflik sosial. Untuk menyelaraskan perbedaan tesebut, diperlukan upaya konsensus menuju ke arah integrasi sosial. Hal ini bertujuan agar setiap perbedaan dapat hidup secara berdampingan. Konflik adalah fenomena sosial yang hadir di setiap aspek kehidupan masyarakat. Kehadirannya dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Demikian pula integrasi sosial akan hadir di masyarakat, kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, antara konflik sosial dan integrasi sosial bagaikan dua belah mata uang yang selalu berdampingan. Hal ini berarti di mana ada konflik, di situ akan terjadi yang disebut reintegrasi. Konflik sebagai potensi yang dapat saja muncul dalam masyarakat yang memiliki tingkat diferensiasi dan stratifikasi yang Pada bagian ini, kita akan membahas potensi integrasi dalam masyarakat dengan tipologi yang telah disebutkan di atas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI disebutkan bahwa integrasi adalah pembauran sesuatu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran tetsebut mengandung arti masuk ke dalam, menyesuaikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi seperti satu. Dengan demikian, integrasi merujuk pada masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal yang berbeda sehingga menjadi seperti satu. Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras etnik, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma. Dalam integrasi masyarakat terdapat kerja sama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari tingkat individu, keluarga, lembaga, dan masyarakat sehingga menghasilkan konsensus kesepakatan nilai yang sama-sama dijunjung tinggi. Namun, integrasi sosial tidak cukup diukur dari kriteria berkumpul atau bersatunya anggota masyarakat dalam arti fisik. Konsensus juga merupakan pengembangan sikap solidaritas dan perasaan manusiawi. Pengembangan sikap dan perasaan manusia tersebut merupakan dasar dari keselarasan suatu kelompok atau masyarakat. Michael Banton mendefinisikan integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan ras tersebut. Hak dan kewajiban yang terkait serta ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan bidang pekerjaan atau status. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut. 1. Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhankebutuhan di antara mereka. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosial mereka dapat terpenuhi oleh sistem sosial. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut menyebabkan setiap anggota masyarakat saling menjaga keterikatan antara satu dengan yang lainnya. 2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan konsensus bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan. 3. Norma-norma dan nilai sosial itü berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten deh seluruh anggota masyarakat. Suatu integrasi sosial dapat berlangsung cepat atau lambat, tergantung pada faktor-faktor berikut. 1. Homogenitas kelompok Dalam kelompok atau masyarakat yang tingkat kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai. Sebaliknya, dalam kelompok atau masyarakat majemuk, integrasi sosial akan sulit dicapai dan memakan waktu yang sangat lama. Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa semakin homogen suatu kelompok atau masyarakat, semakin mudah pula proses integrasi antara anggota di dalam kelompok atau masyarakat tersebut. Contoh kelompok atau masyarakat yang homogen adalah kelompok atau masyarakat dengan satu suku bangsa. 2. Beşar kecilnya kelompok Umumnya, dalam kelompok yang kedi, tingkat kemajemukan anggotanya relatif rendah sehingga integrasi sosialnya lebih mudah tercapai. Hal itü dapat disebabkan, dalam kelompok kecil, hubungan sosial antaranggotanya terjadi secara intensif, sehingga komunikasi dan tukar-menukar budaya akan semakin cepat. Dengan demikian, penyesuaian atas perbedaan-perbedaan dapat lebih cepat dilakukan. Sebaliknya, dalam kelompok beşar tingkat kemajemukannya relatif tinggi, sehingga integrasi sosial akan lebih sulit dicapai. 3. Mobilitas geografis Anggota kelompok yang baru datang tentu harus menyesuaikan diri dengan identitas masyarakat yang ditujunya masyarakat asal/penduduk asli. Namun, semakin sering anggota masyarakat datang dan pergi, semakin sulit pula terjadi proses integrasi sosial. Sementara ituı dalam masyarakat yang mobilitasnya rendah, seperti daerah atau suku terisolasi, integrasi sosial dapat cepat terjadi dengan cepat. Efektivitas komunikasi yang baik dalam masyarakat juga akan mempercepat integrasi sosial. Semakin efektif komunikasi berlangsung, semakin cepat pula integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai. Sebaliknya, semakin tidak efektif komunikasi yang berlangsung antaranggota masyarakatı semakin lambat dan sulit pula integrasi sosialnya terwujud. Integrasi sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk berikut. 1. Integrasi Normatif Integrasi normatif dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat. Misalnya, bangsa Indonesia dipersatukan deh prinsip Bhinneka Tunggal İka. Bhinneka Tunggal İka menjadi sebuah norma yang berfungsi mengintegrasikan perbedaan yang ada dalam masyarakat. 2. Integrasi Fungsional Integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat. Misalnya, Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi dari masing-masing suku yang ada, seperti suku Bugis yang suka melaut difungsikan sebagai penyedia hasil-hasil laut, suku Minang yang pandai berdagang difungsikan sebagai penjual hasil-hasil laut tersebut. Dengan demikian, akan tercipta sebuah integrasi dalam masyarakat. Integrasi terakhir ini terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif kekerasan. Contoh integrasi koersif adalah perusuh yang berhenti mengacau karena polisi menembakkan gas air mata. Integrasi sosial adalah proses yang terjadi secara bertahap. Proses itu dapat bermula dari akomodasi keinginan berbagai pihak untuk bekerja sama. Hal itu dapat timbul karena kesadaran mereka atas kepentingan yang sama. Pada saat yang sama, mereka memiliki cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kemudian, proses itu dilanjutkan dengan berbagai bentuk kerja sama. Dalam proses kerja sama itu, masing-masing pihak berusaha mengatasi perbedaan dan mengakomodasi keinginan, harapan, atau kebutuhan satu dengan yang lainnya. Selanjutnya, masing-masing pihak berusaha mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Masing-masing pihak tidak lagi membedakan dirinya dengan anggota lainnya pada saat itu. Batas-batas di antara mereka akan hilang dan melebur menjadi satu. Hal itu menunjukkan bahwa integrasi sosial telah tercapai. Proses integrasi dapat dilihat melalui proses-proses berikut. Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yañg berbeda. Proses sosial itu akan berlangsung hingga unsur kebudayaan asing itu diterima masyarakat dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. Namun, umumnya akulturasi berlangsung tanpa menghilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa akulturasi merupakan proses perubahan yang ditandai dengan terjadinya penyatuan dua kebudayaan yang berbeda. Penyatuan tersebut menyebabkan kebudayaan yang satu hampir menyerupai kebudayaan yang lain. Namun, masing-masing kebudayaan masih mempertahankan ciri khasnya. Proses akulturasi sudah ada sejak dahulu dalam sejarah kebudayaan manusia. Hal itu disebabkan oleh manusia selalu melakukan migrasi atau gerak perpindahan di muka bumi. Migrasi itu menyebabkan pertemuan-pertemuan antara kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Akibatnya, setiap individu dalam kelompok-kelompok itu akan dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan yang asing baginya. Pertama kali, unsur-unsur baru yang datang tidak langsung diterima atau diadaptasi begitu saja, tetapi melalui proses pembelajaran terlebih dahulu. Jika mendatangkan manfaat lebih besar, kebudayaan asing tersebut akan diterimanya. Sebaliknya, jika tidak, akan ditolak. Penerimaan tersebut mungkin saja terjadi setelah melalui perubahan-perubahan tertentu modifikasi yang sesuai dengan struktur masyarakat yang ada. Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Dalam proses ini, setiap individu dalam masyarakat berusaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Saat itu, setiap anggota kelompok dan masyarakat tidak lagi membedakan dirinya dengan anggota yang lainnya. Batas-batas di antara mereka akan hilang dan lebur menjadi satu kesatuan. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai kesatuan integrasi. Kebudayaan asing akan relatif mudah diterima apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini. a Tidak ada hambatan geografis, seperti daerah yang sulit dijangkau. b Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih beşar bila dibandingkan dengan kebudayaan yang lama. c Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama. d Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan tertentu. e Kebudayaan itü bersifat kebendaan. Akomodasi merupakan suatu proses usaha manusia untuk meredakan pertentangan dan mencapai kestabilan. Akomodasi di dalam masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan pertentangan atau konflik tanpa menghancurkan pihak lawan. Akomodasi akan meredakan konflik dan menjadikan interaksi yang bersifat lebih damai. Akomodasi dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia diharapkan dapat membentuk sebuah masyarakat yang damai tanpa hadirnya perpecahan. Adanya akomodasi membuat berbagai kelompok sosial dapat menyesuaikan diri dengan kelompok sosial lain sehingga diharapkan terbentuk integrasi sosial. Integrasi sosial sebagai sebuah proses sosial dapat dicapai karena adanya berbagai faktor internal dan eksternal yang mendorong proses tersebut. Dalam proses asimilasi, integrasi sosial dapat dicapai karena adanya faktor-faktor berikut. 1. Toleransi terhadap kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda. Toleransi yang mendorong terjadinya komunikasi yang efektif antara kebudayaan yang berbeda tersebut akan mendorong terciptanya integrasi di arıtara mereka. 2. Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi bagi berbagai golongan masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Hal itü dapat mempercepat proses integrasi sosial. Dalam sistem ekonomi yang demikian, setiap individü mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasa-jasanya. 3. Sikap saling menghargai orang lain dengan kebudayaannya. Jika tiap pihak mengakui kelemahan dan kelebihan kebudayaan masing-masing, tiap anggota masyarakat pendukung suatu kebudayaan akan mudah bersatu. 4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. Hal itü dapat diwujudkan jika penguasa memberikan kesempatan yang sama kepada golongan minoritas untuk memperoleh hak-hak yang sama dengan golongan mayoritas. 5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. Pengetahuan tentang persamaan-persamaan unsur kebudayaan yang berlainan akan mendekatkan tiap anggota masyarakat. Hal itü akan menghilangkan prasangka-prasangka yang semula mungkin ada di antara pendukung kebudayaan-kebudayaan tersebut. 6. Perkawinan campuran amalgamation. Perkawinan campur antara dua pendukung kebudayaan yang berbeda dapat mendorong terciptanya integrasi sosial. Dalam sistem sosial masyarakat Indonesia yang berpandangan bahwa perkawinan merupakan penyatuan dua keluarga, integrasi sosial sangat mungkin terjadi. 7. Adanya musuh bersama dari luan Adanya musuh bersama dari luar cenderung memperkuat kesatuan masyarakat atau kelompok yang mengalami ancaman musuh tersebut. Dalam keadaan demikian, berbagai kelompok yang berbeda dalam masyarakat tersebut akan melepaskan atribut perbedaannya dan bersama-sama menghadapi musuh mereka. Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan. Pada dasarnya, perubahan merupakan proses modifikasi struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat disebut perubahan sosial, yaitu gejala urnum yang terjadi sepanjang masa pada setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Albert O. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia merupakan penyebab dari perubahan. Manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. la selalu mencari sesuatu yang baru, bagaimana mengubah suatu keadaan agar Iebih baik. Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin berubah, aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang, dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial memiliki makna yang luas dan mencakup berbagai segi kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan politik. Oleh karena itu, perubahan sosial budaya yang terjadi dalam suatu masyarakat menyangkut perubahan nilai, pola perilaku, organisasi sosial, pelapisan sosial, kekuasaan, serta segi kemasyarakatan lainnya. Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial dapat pula berupa kemajuan progress atau kemunduran regress. Dalam rupa kemajuan, perubahan yang terjadi dalam masyarakat mampu menciptakan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan disini dapat diartikan sebagai proses pernbangunan masyarakat ke arah yang Iebih bak. Dalam rupa kemunduran, perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada aspek tertentu membawa pengaruh yang kurang menguntungkan. Misalnya, penggunaan tenaga mesin di pedesaan mengakibatkan nilai kegotong royongan masyarakat menjadi luntur, bahkan hilang. Contoh Iain, penemuan teknologi selain menguntungkan manusia juga dapat merugikan positif dan negatif, seperti halnya dengan penemuan nuklir. Perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dapat membuat pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kondisi ini disebut sebagai disorganisasi atau disintegrasi sosial. Awal terjadinya kondisi ini adalah situasi di mana ada ketidakseimbangan atau ketidakserasian unsur dalam masyarakat karena salah satu unsur dalam sistem masyarakat tidak berfungsi dengan baik. Apabila terjadi disintegrasi sosial, situasi di dalam masyarakat itü lamakelamaan akan menjadi chaos kacau. Pada keadaan yang demikian, akan dijumpai anomie tanpa aturan, yaitu suatu keadaan di saat masyarakat tidak mempunyai pegangan mengenai apa yang baik dan buruk, dan tidak bisa melihat batasan apa yang benar dan salah. Hal itü berakibat pada ketidakmampuan anggota masyarakat untuk mengukur tindakan-tindakannya. Mereka tidak mampu melihat dengan jelas batasan antara yang baik dan buruk. Integrasi Sosial – Pengertian, Syarat, Faktor, Bentuk, Proses Reviewed by Fakhrudin Sujarwo on Rating 5
terciptanya integrasi sosial dalam masyarakat dapat terlihat dari